Rabu, 30 Mei 2012

Konser Lady Gagal

Kenapa pantas gagal?

Lady gaga adalah pengikut freemanson atau penganut ajaran sesat yang memuja setan untuk mendapatkan ketenaran, kharisma dan lain-lain. Para fremanson dan pengikutnya ini, memanfaatkan public figure untuk menjalankan misi mereka mencari teman di neraka kelak. Cara penyampaian agama atau ajaran secara konvensional melalui suatu agama atau aliran sudah sangat kuno dan pasti orang-orang tidak akan mau mengikutinya, karena banyak orang-orang percaya bahwa tidak ada agama lagi yang pantas untuk dianut di dunia ini. Datanglah sebuah cara yaitu melalui cara psikologi dimana manusia diajari gaya hidup, berpikir, berpakaian, tata krama dan lain-lain melalui public-pulic figure ini yang biasa muncul melalui film-film besar dan music-music paling tenar. Siapa yang mengidolakan mereka, paling tidak hanya menyukai music atau filmnya saja pasti akan mengikuti paham-paham yang dianut oleh pablic figure tersebut. Secara sadar atau tidak sadar, alam bawah sadar kita pasti akan menerimanya selama itu masih masuk akal dan tidak merugikan kita. Sebagai contoh, paham cinta yang selama ini di sampaikan oleh film-film amerika sono, cinta itu adalah dimana bisa berdua-duaan, cipokan, ML dan lain-lain. Ya, cinta bagi mereka adalah nafsu, begitu terasa sedikit yang mereka ajarkan adalah cinta itu harus melakukan itu. Memang, manusia mana yang tidak menginginkan hal itu, sudah manusiawi bahwa manusia itu tertarik dan pasti akan melakukan itu dengan lawan jenisnya begitu ada rasa suka yang muncul kemudian ada kesempatan untuk dekat. Kita sadar bahwa dalam ajaran agama manapun melarang manusia sebelum menikah dan dibawah umur untuk tidak melakukan hal-hal yang senonoh. Kembali lagi ke alam bawah sadar, kita melihat para bintang-bintang saja melakukannya, kenapa kita tidak? Yang mungkin ketika kita masih SD atau SMP, guru agam kita menerangkan tentang agama, kita masih menganggap hal tersebut adalah hal yang dilarang, tetapi setelah melihat dunia dan banyak orang-orang yang melakukannya, pergeseran nilai inilah yang menyebabkan kita ikut-ikutan dan menganggap hal tersebut sudah biasa dan umum.

Kembali ke konser Lady Gagal. Kenapa saya tidak setuju? Menurut opini saya setiap konser itu sangat inspiratif, biasanya setelah konser pasti terbawa dengan cara mereka berpakaian, berbicara, berjalan, sesuatu yang mereka omongkan dan kecintaan kita terhadap bintang itu sendiri. Hal inilah yang mau di tanamkan oleh Lady Gaga di Indonesia. Ga peduli berapa banyak yang menganggap Lady Gaga adalah sebuah seniman, penyanyi atau mengganggap Lady Gaga tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap mereka, pasti tetap akan ada orang-orang yang terpengaruh dengan Lady Gaga. Freemanson itu ada, dan musuh mereka adalah agama dan misi mereka adalah mencari teman di neraka. Memang sih, negara kita ini sebenernya kacau juga, prostitusi dimana-mana, majalah dewasa banyak bertebaran, akses porno masih gampang, tapi paling tidak jangan biarkan bertambah dan masuk dengan gampang! Banyak orang yang berpikiran seperti itu, "kenapa tidak digelar sih konser Lady Gaga? toh prostitusi dan lain-lain sudah merajalela?" Sekarang saya tanya balik, kalau sudah tau begitu mau di telanjurkan sekalian apa mau di cagah dan di berantas? Kalau emang menurut anda begitu, kenapa ga kita legalkan saja sex bebas?" Hal lain yang saya tidak sukda dari Lady Gaga adalah dukungannya dan kampanyenya terhadap kaum Gay. HOEKS! Mau lu jadi gay? Punya pacar mantan gay? Kakak gay? Adik gay? Damn holy shit.

Sorry untuk fans lady gaga atau fans fremanson diluar sana, saya cuma mengutarakan opini. Saya ga 100% benci Lady Gaga, lagu-lagunya beberapa saya suka. Sekali lagi ini cuma opini halus. Tidak sarcasm. peace.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar